Biar Tahu, Ini 7 Penyebab Ban Mobil Pecah di Jalan

Ban mobil pecah di jalan jadi masalah serius yang umum terjadi saat mudik naik kendaraan.
Kalau Teman ACV berencana mudik dengan naik mobil pribadi, wajib cek kondisi komponen mobil yang satu ini.
Selain membahayakan pengguna mobil, pecah ban di jalan raya juga bisa mengakibatkan kecelakaan beruntun.
Sebagai langkah pencegahan, simak informasi penyebab ban mobil pecah dari Astra Car Valuation (ACV) berikut ini.
Penyebab ban mobil pecah
Pecah ban tidak selalu menandakan kualitas ban yang buruk, bisa juga dipicu faktor di bawah ini.
1. Ban kurang angin
Saat kurang angin, ban cenderung bertumpu pada pinggir telapak ban dan menekuk berlebihan hingga bisa bergesekan dengan bibir pelek. Panas yang ditimbulkan memicu ban mobil pecah di jalan.
Meski kelebihan angin tidak menyebabkan ban pecah, hal ini menyebabkan permukaan ban menonjol di tengah sehingga cepat aus dan mengurangi daya cengkeram ban.
2. Kondisi ban aus

Ban yang sudah aus kurang ideal menahan benturan jalan. (Freepik/EyeEm)
Ketika sudah aus, retak, atau benjol, ban kehilangan kemampuan untuk menahan benturan saat melewati jalan berlubang, berkerikil, atau gundukan.
Jika tidak segera diganti, risiko ban pecah bisa tak terhindarkan. Tingkat keausan ban bisa dilihat dari kode ban atau alur tapak ban.
Untuk memperpanjang usia ban, lakukan rotasi per 6 bulan atau 10.000 km untuk penggunaan normal atau 5.000 km kalau mobil sering dipacu. Ban baru perlu diganti setiap 3 tahun sekali.
3. Mobil kelebihan muatan
Beda mobil, beda pula kapasitas beban maksimalnya. Kamu bisa melihat informasi daya angkut ban pada Load Index yang tercetak di kode ban mobil.
Saat mobil kelebihan muatan, ban justru bekerja lebih keras sehingga suhunya cepat meningkat dan berakhir pecah ban.
4. Mobil dikendarai dalam kecepatan tinggi

Berkendara dengan kecepatan tinggi bisa menyebabkan ban mobil pecah. (Freepik/pvproductions)
Mengendarai mobil dalam kecepatan tinggi pada jalanan ekstrem jadi kombinasi yang tepat untuk memicu pecah ban.
Benturan beruntun pada permukaan jalan menyebabkan ban kehilangan elastisitas dan ketahanannya sehingga berakhir sobek dan pecah.
5. Pelek sudah rusak
Selain kurang angin, pelek penyok, retak, atau tidak presisi menyebabkan tekanan angin pada ban tidak merata. Imbasnya, gesekan dengan permukaan jalan meningkatkan temperatur suhu ban dan membakar karet ban sehingga berakhir pecah.
Cara cegah ban mobil pecah di jalan
Untuk menghindari risiko ban mobil pecah di jalan, lakukan tips pencegahan berikut ini.
1. Cek tekanan udara
Cek tekanan udara sebelum berangkat mudik. Pastikan tekanannya sesuai rekomendasi yang tertera pada stiker di pilar B sisi pengemudi atau buku petunjuk kendaraan.
Kamu bisa menemukan rekomendasi tabel tekanan udara saat muatan kosong atau penuh. Solusi lainnya, pasang tire pressure monitor system (TPMS) agar lebih praktis memantau tekanan mobil.
2. Lihat kondisi fisik ban
Cermati juga kondisi fisik ban. Pastikan tanda keausan tidak melewati batas Tire Wear Indicator (TWI), dinding dan telapak ban tidak benjol atau sobek, serta tutup penting terpasang dengan tepat.
3. Berkendara dengan aman
Berkendaralah dengan aman saat mudik. Jangan ngebut saat melewati lubang dan polisi tidur, serta hindari rem mendadak agar usia ban awet.
4. Pilih ban sesuai spek
Ketika harus ganti ban, pilih spek sesuai rekomendasi pabrikan karena sudah sesuai karakter dan bobot mobil.
Jangan gunakan ban dengan spek berbeda hanya karena lebih murah atau lebih estetis.
Itu dia penyebab ban mobil pecah di jalan dan langkah pencegahan yang bisa dilakukan supaya perjalanan mudik aman dan lancar.
Jangan lupa cek komponen mobil lainnya sebelum dibawa mudik. Biar aman, percayakan inspeksi mobil pada di Astra Car Valuation (ACV).
Buruan booking inspeksi mobil di situs web www.acv.astra.co.id. Ikuti juga akun media sosial resmi ACV di bawah ini.
Instagram: @acv_astra
Facebook: acv astra
TikTok : @acv_astra
