6 Penyebab RPM Mobil Bekas Tidak Stabil

Beli mobil bekas cukup menguntungkan dari segi harga. Hanya saja, tak semua penjual memperbolehkan test drive.
Alhasil, Teman ACV cuma bisa cek kondisi dengan mata telanjang. Bisa saja mobil punya penyakit tersembunyi padahal sudah dibeli, misalnya RPM tidak stabil.
Jika sudah begitu, solusinya yakni bawa mobil ke bengkel. Meski begitu, kenali penyebab RPM tidak stabil supaya masalah ini tidak terjadi lagi.
Mengenal RPM mobil
Revolution Per Minute atau Rotasi Per Menit (RPM) merupakan satuan untuk menghitung kecepatan putaran pada mobil setiap menitnya.
Semakin banyak tenaga yang dibutuhkan, semakin tinggi RPM mobil. Begitu pun sebaliknya.
Jumlah RPM bisa dilihat di spidometer. Kelipatannya seribu, misalnya tertera angka tiga yang artinya RPM mobil adalah 3.000.
Mobil biasanya membutuhkan 2.000–3.000 RPM agar pembakaran bahan bakar maksimal, irit BBM, dan komponen mesin awet.
Penyebab RPM mobil bekas naik sendiri
RPM naik atau turun secara otomatis sesuai kebutuhan mobil. Tapi ada juga mobil bekas yang RPM-nya naik sendiri padahal dalam kecepatan konstan.
Melansir CNN Indonesia, inilah penyebab RPM mobil naik sendiri.
1. Katup kontrol idle rusak
Terletak di throttle mobil bermesin injeksi, katup kontrol idle mengatur pasokan udara setelah mendapat perintah dari ECU.
Ketika komponen ini rusak, pasokan udara akan terganggu sehingga RPM mobil tidak stabil akibat kesalahan pertukaran informasi dari ECU.
2. Busi aus
Busi berfungsi menciptakan percikan bunga api untuk proses pembakaran. RPM akan melejit saat komponen ini aus.
Karenanya, mobil bisa bergetar berlebihan, mesin pincang, hingga mobil sulit distarter.
3. Vakum bocor
RPM mobil tinggi tapi tenaga kurang juga bisa disebabkan oleh kebocoran pada vakum. Imbasnya, aliran udara di sistem pembuangan terganggu.
Dampak lainnya, mobil jadi boros bensin, performa menurun, dan muncul engine check.
4. Injector tersumbat
Kualitas bahan bakar yang buruk membuat pembakaran di mesin tidak sempurna.
Jika dibiarkan dalam waktu lama, sisa pembakaran bisa menyumbat lubang injector.
Alhasil, tak hanya RPM yang tiba-tiba naik, tapi juga mesin ngelitik, tenaga ngadat, dan mobil boros BBM.
5. Sensor TPS rusak
Throttle Position Sensor (TPS) berperan mengatur dan menyeimbangkan bahan bakar dan emisi mobil, serta memastikan bukaan katup gas sesuai.
Kerusakan pada komponen ini berisiko meningkatkan RPM mobil tiba-tiba.
6. Transmisi bermasalah
RPM mobil juga bisa naik sendirinya saat sistem transmisi bocor atau bermasalah. Sebab, konverter atau girboks selip.
Jual beli mobil bekas lebih pasti dengan jasa inspeksi ACV. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi WhatsApp ACV di 0811 177 8462 atau Live Chat ACV di www.acv.astra.co.id.
Ikuti juga akun media sosial resmi ACV di bawah ini.
Instagram: @acv_astra
Facebook: acv astra
TikTok : @acv_astra
